Arema vs Persebaya: FIFA Larang Keras Penggunaan Gas Air Mata, Bagaimana Petugas Atasi Kerumunan?

Kerusuhan suporter usai laga Arema FC vs Persebaya di Liga 1 Pekan 11 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (22/1) malam.

philippineangels.com – Laga Arema vs Persebaya Surabaya Liga 1 yang menelan 127 korban jiwa dalam kerusuhan yang diduga akibat gas air mata yang dilarang keras oleh FIFA.

Kemudian, muncul perdebatan tentang bagaimana petugas bisa menangani massa jika gas air mata tidak diizinkan.

Sebagai informasi, pada laga yang digelar di Stadion Kazuruhan, Malang itu, tim Singo Idan harus tersungkur perlahan karena kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya, yang berujung pada kerusuhan pascapertandingan.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata yang membuat kerusuhan semakin ricuh yang akhirnya memakan banyak korban jiwa.

Polres Malang, Polda Jatim terlibat langsung dalam pembuatan keterangan pers, Minggu (22/10/22). Turut hadir Bupati Malong Sanusi dan banyak forkopimdas termasuk jajarannya.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, jumlah korban tewas mencapai 127 orang,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dalam konferensi pers.

Ini adalah jumlah total kematian. Sebanyak 125 berasal dari suporter yang mau tidak mau menghirup gas air mata.

“Sedangkan yang meninggal 2 orang polisi,” lanjutnya.

Lalu, bercermin pada kejadian mengerikan Arema vs Persebaya, apa aturan FIFA terkait penggunaan gas air mata dan apa penyebab terpapar gas air mata?


Berita Bola Terkini

PhilipineAngels.com menyajikan berita sepakbola meliputi jadwal, klasemen, prediksi, Hasil pertandingan, live streaming hingga liga champions terbaru dan terkini