Breaking News Hari ini – Bagaimana Asteroid Dimorphos DART NASA Muncul di LICIA Cube Setelah Pesawat Luar Angkasa DART NASA Jatuh Lihat Foto

New Delhi: Badan Antariksa Italia (ASI) merilis gambar pertama setelah pesawat ruang angkasa Double Asteroid Redirection Test (DART) NASA bertabrakan dengan asteroid Dimorphos pada Selasa, 27 September. Pesawat ruang angkasa membuat sejarah dengan bertabrakan dengan asteroid, menandai keberhasilan penyelesaian tes pertahanan planet pertama di dunia. Sebuah “satelit selfie” yang dikenal sebagai Lightweight Italian Asteroid Imaging Cube (LICIACUBE), bagian dari misi DART, mengamati tabrakan, menyaksikan dampak DART pada Dimorphos, dan mengambil gambar asteroid setelah DART jatuh di .

LICIACube ASI akan mempelajari pembentukan semburan dampak dan menjelaskan struktur dan evolusinya.

Badan Antariksa Italia (ASI) telah merilis gambar pertama asteroid Dimorphos setelah pesawat ruang angkasa Double Asteroid Redirection Test (DART) NASA jatuh pada Selasa, 27 September. Foto: ASI/NASA
Badan Antariksa Italia (ASI) telah merilis gambar pertama asteroid Dimorphos setelah pesawat ruang angkasa Double Asteroid Redirection Test (DART) NASA jatuh pada Selasa, 27 September. Foto: ASI/NASA

Sebuah
Sebuah “satelit selfie” yang dikenal sebagai Lightweight Italian Asteroid Imaging Cube (LICIACUBE), bagian dari misi DART, mengamati tabrakan, menyaksikan dampak DART pada Dimorphos, dan mengambil gambar asteroid setelah DART jatuh di .

LICIACube ASI menangkap gambar asteroid sesaat setelah DART menabraknya.
LICIACube ASI menangkap gambar asteroid sesaat setelah DART menabraknya.

LICIACube ASI akan mempelajari pembentukan semburan dampak dan menjelaskan struktur dan evolusinya. Foto: ASI/NASA
LICIACube ASI akan mempelajari pembentukan semburan dampak dan menjelaskan struktur dan evolusinya. Foto: ASI/NASA

Panahan Instrumen DRACO (Didymos Reconnaissance and Asteroid Camera for Optical Navigation) menangkap gambar Dimorphos saat pesawat ruang angkasa mendekati asteroid. Beberapa saat sebelum kecelakaan, DRACO mencitrakan medan berbatu Dimorphos, sebuah asteroid seukuran bola sepak.

Instrumen DRACO (Didymos Reconnaissance and Asteroid Camera for Optical Navigation) DART menangkap gambar Dimorphos saat pesawat ruang angkasa mendekati asteroid.Foto: NASA
Instrumen DRACO (Didymos Reconnaissance and Asteroid Camera for Optical Navigation) DART menangkap gambar Dimorphos saat pesawat ruang angkasa mendekati asteroid.Foto: NASA

Dimorphos adalah bagian dari sistem asteroid biner dekat Bumi yang disebut Didymos yang tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi. DART mendemonstrasikan teknologi pertahanan planet pertama dari jenisnya dengan membelokkan Dimorphos. Ini adalah misi pertama di dunia untuk menguji teknologi yang melindungi Bumi dari asteroid atau komet potensial.

Beberapa saat sebelum kecelakaan, DRACO mencitrakan medan berbatu Dimorphos, sebuah asteroid seukuran bola sepak.Foto: NASA
Beberapa saat sebelum kecelakaan, DRACO mencitrakan medan berbatu Dimorphos, sebuah asteroid seukuran bola sepak.Foto: NASA

Mengapa Dimorphos dipilih sebagai target DART?

Sebelum DART menabrak Dimorphos, asteroid itu mengorbit Didymos, asteroid lain dalam sistem biner. Didymos berdiameter sekitar 780 meter dan 487.446.221 kilometer dari Bumi. Dimorphos berukuran lebih kecil, berdiameter sekitar 160 meter. Sistem asteroid biner Didymos adalah target DART.

Meskipun Dimorphos tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi, DART dibangun untuk bertabrakan dengannya untuk mengubah kecepatan dan jalur asteroid, untuk menguji kemampuan NASA dalam memengaruhi dinamika asteroid dan mengamati responsnya.

NASA memilih Dimorphos karena tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi, jadi ini adalah tempat pengujian yang sempurna untuk melihat apakah dengan sengaja menabrak asteroid dapat mengubah kecepatan dan arahnya secara efektif.

Apa selanjutnya untuk misi DART?

Hasil efek kinetik DART pada Dimorphos akan dianalisis oleh tim investigasi DART. Tim akan menggunakan teleskop berbasis Bumi untuk mempelajari sejauh mana dampak pesawat ruang angkasa mengubah gerakan asteroid melalui ruang angkasa.

DART akan diluncurkan dengan roket SpaceX Falcon 9 dari Vandenberg Space Force Base pada pukul 01:20 ET pada 24 November (10:50 EST pada 24 November).

Sebagai hasil dari keberhasilan misi DART, diharapkan dapat memberikan data penting yang akan membantu Bumi lebih mempersiapkan asteroid masa depan yang dapat menimbulkan ancaman bagi Bumi.


Breaking News Hari ini

Nonton breaking news hari ini online menyajikan berita terkini hari ini seputar isu nasional, internasional, olahraga, entertainment, hingga berita eksklusif.