Breaking News Hari ini – Bagaimana bir tercinta dapat membantu melawan kanker, penyakit ginjal, dan depresi

Breaking News Hari ini – Bagaimana bir tercinta dapat membantu melawan kanker, penyakit ginjal, dan depresi

Hari Kopi Internasional 2022: Hari ini adalah Hari Kopi Internasional. Secangkir joe yang mengepul adalah minuman yang diminum banyak orang untuk menyegarkan pagi mereka. Sementara daya pikatnya terutama berasal dari bau dan rasanya, kopi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan. Dari memperpanjang umur hingga menurunkan risiko kanker, inilah yang ditemukan oleh penelitian selama bertahun-tahun:

kopi dan umur panjang

Menurut review dari 21 penelitian yang melibatkan lebih dari 10 juta peserta, minum secangkir kopi sehari, apakah berkafein atau tanpa kafein, dikaitkan dengan risiko kematian 3 persen lebih rendah. Kajian yang diterbitkan dalam Journal of Human Nutrition and Dietetics, juga mencatat bahwa minum tiga cangkir kopi sehari dikaitkan dengan risiko kematian 13 persen lebih rendah.

Menurut sebuah studi oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), minum kopi berkafein atau tanpa kafein mengurangi risiko kematian dari semua penyebab. Ini adalah studi kohort multinasional yang dilakukan di 10 negara Eropa, menganalisis lebih dari 500.000 orang. Studi ini diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine pada tahun 2017.

Sebuah penelitian terhadap lebih dari 400.000 orang menemukan bahwa minum kopi dikaitkan dengan kemungkinan kematian akibat penyakit yang lebih rendah. Studi ini dipublikasikan di New England Journal of Medicine pada tahun 2012.

kopi dan kanker

Konsumsi kopi berkafein dan tanpa kafein dikaitkan dengan penurunan risiko kanker hati, menurut meta-analisis studi prospektif pada manusia. Kopi telah ditemukan terkait dengan risiko lebih rendah terkena karsinoma hepatoseluler, termasuk mereka yang memiliki penyakit hati yang sudah ada sebelumnya. Temuan ini dipublikasikan di British Medical Journal.

Menurut sebuah studi 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients, minum empat cangkir kopi sehari dikaitkan dengan risiko 10% lebih rendah terkena kanker payudara pada wanita pascamenopause.

Minum kopi telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus besar pada wanita. Menurut sebuah studi 2018 yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer, wanita yang minum lebih dari tiga cangkir kopi sehari memiliki risiko 20 persen lebih rendah terkena kanker usus besar dibandingkan dengan wanita yang minum kurang dari atau kurang dari satu cangkir kopi sehari.

kopi dan diabetes

Menurut sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, orang yang minum empat cangkir kopi atau lebih sehari memiliki risiko 50 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2.

Cafestol, senyawa yang ditemukan dalam kopi, telah ditemukan untuk meningkatkan sekresi insulin, mengurangi kadar gula darah puasa, dan meningkatkan sensitivitas insulin pada tikus. Jadi, menurut sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Journal of Natural Products, cafestol dapat membantu mencegah diabetes tipe 2.

kopi dan stroke

Menurut survei terhadap lebih dari 83.000 wanita selama bertahun-tahun, minum kopi secara moderat dapat mengurangi risiko stroke pada wanita. Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of American Heart Association pada tahun 2009.

Menurut sebuah studi oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker, kopi dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah dari semua penyebab, termasuk stroke. Studi ini menganalisis lebih dari 500.000 orang dan diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine pada tahun 2017.

Menurut sebuah penelitian besar Jepang yang diterbitkan dalam jurnal Stroke pada tahun 2013, minum teh dan kopi berbanding terbalik dengan risiko penyakit kardiovaskular dan stroke pada populasi umum.

Kopi dan Kesehatan Ginjal

Menurut sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam Journal of Renal Nutrition, minum kopi dikaitkan dengan risiko penyakit ginjal kronis yang lebih rendah.

Kopi dan Kesehatan Mental

Minum kopi dikaitkan dengan risiko depresi yang lebih rendah, menurut meta-analisis independen yang dilakukan oleh Dr. Alan Leviton di Harvard Medical School.

Kopi memiliki sifat antioksidan.Karena sifat antioksidan kopi, kopi membantu mengurangi tingkat penanda stres oksidatif dalam darah orang dengan depresi berat

Kopi juga membantu mengurangi kadar protein terkait peradangan pada orang dengan depresi.

Kopi juga memberikan nutrisi ke mikrobioma usus, memetabolisme komponen kopi menjadi zat bermanfaat yang mempromosikan mikrobioma yang sehat.

Baca Juga | Bisakah Bubuk Kopi Membantu Neuroscience?Studi baru mengatakan ya, menjelaskan caranya

Sejarah kopi

Budidaya dan perdagangan kopi dimulai di Jazirah Arab, dan pada abad ke-15, kopi ditanam di Yaman, Arab. Pada abad ke-16, kopi sudah terkenal di Persia, Mesir, Suriah, dan Turki.

Di kafe-kafe komunal yang mulai bermunculan di kota-kota Timur Dekat, kopi disebut qahveh atau khaneh.

Pada abad ke-17, kopi telah memasuki Eropa, dan pada pertengahan abad ke-17, ada lebih dari 300 kedai kopi di London.

Orang suci Muslim India Baba Butan membawa tujuh biji kopi dari pelabuhan Mocha Yaman ke Mysore, India, dan menyembunyikannya di janggutnya ketika dia kembali dari ziarah dari Mekah. Ia menanam tujuh biji kopi di pekarangannya yang terpencil di Chikmagalur, Karnataka, yang menjadi tempat kelahiran dan tempat lahirnya kopi India.

Breaking News Hari ini

Nonton breaking news hari ini online menyajikan berita terkini hari ini seputar isu nasional, internasional, olahraga, entertainment, hingga berita eksklusif.