Breaking News Hari ini – Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian untuk mengizinkan wilayah Ukraina bergabung dengan rompi Federasi Rusia

Breaking News Hari ini – Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian untuk mengizinkan wilayah Ukraina bergabung dengan rompi Federasi Rusia

New Delhi: Rusia akan secara resmi mencaplok empat wilayah Ukraina yang diduduki Rusia dalam sebuah upacara di Kremlin pada hari Jumat, Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan pada hari Kamis, AFP melaporkan. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengkonfirmasi bahwa upacara tersebut akan berlangsung pada hari Jumat pukul 1500 waktu Moskow (1200 GMT) “pada kesepakatan tentang aksesi wilayah baru ke Federasi Rusia”. Peskov mengatakan perjanjian itu akan ditandatangani dengan “keempat wilayah yang mengadakan referendum dan membuat tuntutan yang sesuai di pihak Rusia.”

Peskov mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa kepala empat wilayah akan menandatangani perjanjian untuk bergabung dengan Rusia di sebuah acara pada hari Jumat di Aula St. George Kremlin.

Ukraina dan Barat mengutuk referendum tersebut.

Referendum diumumkan mulai Jumat

Referendum diumumkan pada hari Jumat di Donetsk, Luhansk, Kherson dan sebagian wilayah Zaporozhye yang dikuasai Rusia. Pengumuman itu muncul setelah sekutu dekatnya, Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan itu perlu. Sementara itu, Rusia tampaknya kehilangan kekuatan tujuh bulan setelah perang dimulai.

Sebelumnya, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan penggabungan dan penggambaran ulang perbatasan antara Ukraina timur dan Rusia adalah “tidak dapat diubah” dan akan memungkinkan Rusia untuk mengambil “langkah apa pun” untuk mempertahankannya.

Referendum semacam itu hampir pasti akan menguntungkan Moskow, tetapi pemerintah Barat yang mendukung militer Ukraina tidak akan mengakuinya. Referendum akan memberi Rusia kesempatan untuk mengintensifkan pertempuran pada saat pasukan Ukraina memimpin.

Bersama-sama, Luhansk dan Donetsk membentuk sebagian besar wilayah Donbas, yang telah diduduki oleh separatis sejak 2014 dan yang digunakan Putin sebagai pangkalan utama untuk serangan Rusia.

Pemimpin separatis Republik Rakyat Donetsk, Denis Pushlin, menulis dalam sebuah surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin: “Orang-orang Donbass yang telah lama menderita harus menjadi bagian dari negara besar, mereka selalu menganggap rumah saya.” AFP.

Sementara itu, pemerintah Finlandia mengatakan pada hari Kamis akan sangat membatasi lalu lintas penumpang di perbatasan Finlandia-Rusia, melarang warga Rusia dengan visa turis memasuki negara Nordik mulai Jumat, The Associated Press melaporkan.

“Keputusan itu, pada prinsipnya, ditujukan untuk sepenuhnya mencegah turis Rusia bepergian ke Finlandia dan transit terkait melalui Finlandia,” kata Menteri Luar Negeri Pekka Havestow dalam konferensi pers.


Breaking News Hari ini

Nonton breaking news hari ini online menyajikan berita terkini hari ini seputar isu nasional, internasional, olahraga, entertainment, hingga berita eksklusif.