Dunia Murka, Media Asing Soroti Tewasnya 32 Anak-anak Tak Berdosa di Tragedi Kanjuruhan

Kerusuhan suporter usai laga Arema FC vs Persebaya dalam lanjutan Liga 1 Pekan 11 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (22/1) malam.

philippineangels.com – Dunia mengutuk tragedi Kanjuruhan pasca pertandingan Liga 1 Arema FC vs Persebaya Surabaya yang menewaskan 32 anak.

Tragedi Kanjuruhan menarik perhatian internasional karena 125 orang (berdasarkan laporan polisi) tewas dan 323 terluka. Sayangnya, 32 dari korban adalah anak-anak.

Salah satu penyebabnya adalah tembakan gas air mata polisi, yang kemudian memicu kerusuhan di dalam Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Indonesia.

Seperti disebutkan sebelumnya, tragedi dimulai di Stadion Kanjuruhan setelah pertandingan Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, di mana tim tamu melihat Arema FC menang 3-2.

Isu yang menjadi sorotan dunia internasional, jumlah korban anak mencapai 32 orang. Media terkenal dunia seperti Dr BBC, Bunyi letusan kecilDan yang lain juga menyorotinya dengan kuat.

“Dari informasi yang dihimpun, 125 orang tewas dalam tragedi Kanjuruhan dan 32 di antaranya adalah anak-anak,” kata Nahar, Deputi Perlindungan Khusus Kementerian PPPA. Dalam.

Melihat situasi tersebut, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Pemerintah Indonesia Mahfud MD mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami telah menanyakan kepada polisi tentang apa yang terjadi dalam tragedi Kanjuruhan dan telah mengarahkan bahwa ada tindak pidana yang memerlukan tindakan dan kami berharap untuk menilai secara menyeluruh langkah-langkah keamanan yang ada,” kata Mahfoud.

Bahkan, Kapolri Jenderal Listo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang setelah Menko Polhukam Mahfud MD muncul.


Berita Bola Terkini

PhilipineAngels.com menyajikan berita sepakbola meliputi jadwal, klasemen, prediksi, Hasil pertandingan, live streaming hingga liga champions terbaru dan terkini