Kepada Media Prancis, Eks Dirtek Timnas Indonesia Akui Tak Terkejut Tragedi Kanjuruhan Terjadi

Kerusuhan suporter usai laga Arema FC vs Persebaya di Liga 1 Pekan 11 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (22/1) malam.

philippineangels.com – Mantan Direktur Teknik Timnas Indonesia, Lionel Charbonnier, mengaku tak kaget dengan tragedi Kanjuruhan, Sabtu (22/1/2010).

Usai laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu (22/1/2020), ribuan mata justru seolah tertuju pada sebuah peristiwa yang dikenal dengan tragedi Kanjuruhan.

Setelah tragedi Kanjuruhan sampai ke telinga presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya, kini kabar tersebut kembali merebak.

Sekitar waktu itu, mantan direktur teknik timnas Indonesia, Lionel Charbonnier, mendengar kabar tragedi Kanjuruhan.

Berada di Indonesia dan merasakan atmosfer persaingan di negeri seribu pulau ini, ujarnya kepada pers Prancis, RMC OlahragaCharbonnier mengaku tidak kaget dengan tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (22/1).

Lionel Charbonnier bahkan merinci pengalamannya selama bekerja di Indonesia. Ia bahkan membeberkan hal-hal yang biasa terjadi di pertandingan-pertandingan Indonesia.

“Itu (Kanjuruhan) adalah stadion dengan minimal 40.000 kursi dan hingga 120.000 jika itu adalah stadion besar di Jakarta. Itu penuh sesak,” kata Lionel Charbonnier RMC Olahraga.

“Saat timnas bermain, stadion penuh. Mungkin ada kerumunan yang panik. Jika itu adalah derby dengan penggemar di lapangan dan polisi turun tangan, itu bisa menjadi bencana seperti (tragedi Kanjuruhan),” tambah Lionel Charbonnier, merujuk pada tragedi Kanjuruhan.

Seperti diketahui, Lionel Charbonnier adalah mantan manajer timnas Indonesia dari 2012 hingga 2013.

Padahal, sebelum menjabat sebagai direktur teknik timnas Indonesia, Lionel Charbonnier tercatat sebagai pelatih klub, Aceh United.


Berita Bola Terkini

PhilipineAngels.com menyajikan berita sepakbola meliputi jadwal, klasemen, prediksi, Hasil pertandingan, live streaming hingga liga champions terbaru dan terkini