Pundit Malaysia Soroti Tragedi Kanjuruhan: Sepak Bola Indonesia Seperti Gunung Berapi

philippineangels.com – Kish Sundaresa, pakar atau komentator sepak bola Malaysia, juga menyoroti tragedi Kanjuruhan yang merenggut ratusan nyawa setiap hari.

Derby Jawa Timur antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (22/1) berubah menjadi tragedi. Kerusuhan antara suporter dan ofisial tak terhindarkan.

Hingga Senin (22/3/10) malam, sebanyak 450 orang tewas atau terluka dalam tragedi Kanjuruhan, menurut data Tim Medis (Docpol) Polri.

Rinciannya, 125 korban tewas, belasan orang luka berat, dan ratusan lainnya luka ringan. Meskipun demikian, masyarakat di sana lebih mungkin meninggal setelah peristiwa tersebut.

Sebagai komentator sepakbola Malaysia, Kish Sundaresan tentu mengikuti perkembangan sepakbola Indonesia, termasuk kompetisi Liga 1 2022-23.

Keesh Sundaresan memahami permusuhan antar suporter di Indonesia. Tapi bukan tragedi Kanjuruhan kekacauan Di antara para pendukung, tetapi mengabaikan berbagai pihak.

“Sepak bola di Indonesia itu seperti gunung berapi terbengkalai, Dia sudah diam selama bertahun-tahun, tetapi suatu hari akan ada ledakan,” kata Kish sambil mengemudi Arena Astro.

“Pertama kali saya ke Indonesia, saya bertemu dengan teman-teman The Jakmania dan mereka bercerita tentang konflik antara mereka dan Persib Bandung.”

“Kematian dalam konflik itu adalah sesuatu yang telah terjadi beberapa kali. Tapi kali ini (kejadian Kanjuruhan) tidak 1-2 nyawa hilang, lebih dari 140 nyawa hilang.”

Tak hanya di Malaysia, tragedi Kanjuruhan menjadi perbincangan di seluruh dunia. FIFA juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.


Berita Bola Terkini

PhilipineAngels.com menyajikan berita sepakbola meliputi jadwal, klasemen, prediksi, Hasil pertandingan, live streaming hingga liga champions terbaru dan terkini