Termasuk Polisi dan PT LIB, Ombudsman: 4 Pihak Berpotensi Lakukan Maladministrasi di Tragedi Kanjuru

Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyebut ada 4 kelompok yang berpeluang melakukan maladministrasi sejak tragedi Kanjuruhan, antara lain polisi dan PT Liga Indonesia Baru.

philippineangels.com – Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyebut ada empat pihak yang berpotensi melakukan maladministrasi sejak tragedi Kanjuruhan, antara lain polisi dan PT Liga Indonesia Baru.

Tragedi Kanjuruhan, ratusan orang tewas dan lainnya luka-luka, usai pertandingan Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (22/1).

Korban tewas jatuh karena penggunaan gas air mata oleh pasukan keamanan, yang dilarang keras oleh Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).

Polisi menembakkan gas air mata setelah pendukung Arema FC menyerbu lapangan dengan frustrasi setelah tim favorit mereka Persebaya kalah 2-3 dari Surabaya.

Banyak tim yang berduka usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, termasuk Ombudsman Republik Indonesia (RI).

Selain menyampaikan belasungkawa, Ombdusman menjelaskan bahwa PSSI sudah memiliki Peraturan Keselamatan dan Keamanan (RKK) sebagai Federasi Sepak Bola Indonesia.

RKK mengatur tentang upaya pencegahan dan penanggulangan potensi kerusuhan yang menimbulkan korban jiwa.

PSSI mempercayakan pelaksanaan pertandingan kepada Panitia Penyelenggara (Panpel), Penyelenggara Pertandingan (PT Liga Indonesia Baru) dan Kepolisian.

“Ketiga institusi harus saling bekerja sama untuk menjamin keselamatan dan keamanan pertandingan atau kompetisi. Panpel bertugas mengatur pertandingan.”

“PT LIB (Liga Indonesia Baru) menyelenggarakan kompetisi dan turnamen sepak bola profesional, sementara polisi memberikan layanan keamanan,” kata ombudsman dalam rilis resmi.


Berita Bola Terkini

PhilipineAngels.com menyajikan berita sepakbola meliputi jadwal, klasemen, prediksi, Hasil pertandingan, live streaming hingga liga champions terbaru dan terkini